Showing posts with label nevers. Show all posts
Showing posts with label nevers. Show all posts

Wednesday, June 18, 2014

Perjalanan Ziarah Paris-Nevers-Lourdes Part III

 
Part I  
Part II






Berbeda dengan cuaca kota Paris yang dingin dan hujan lebat, saat kami tiba dikota Nevers pk 18.00 sore, cuaca begitu bersahabat .  Matahari bersinar cerah. Semangat mulai meningkat lagi. Dengan berjalan kaki, kami menuju hotel Du Verdun yang terletak di Rue de Lourdes. Letaknya tidak jauh dari Gare de Nevers. Begitu keluar stasiun lurus menuju Avenue General De Gaulle, terus sampai bundaran Place Camot dimana terdapat bangunan Palais Ducal de Nevers. Belok kiri untuk menuju Parc Roger Salengro yang merupakan taman umum. Bila menyusuri Rue Henri Barbusse di pinggir taman , pada ujung taman akan ketemu café Du Parc yang terletak di Rue de Lourdes dan berada persis disamping Hotel Du Verdun. Sengaja kami menginap di hotel ini karena selain dekat dengan stasiun kereta (10 menit berjalan kaki) juga sangat dekat dengan Espace Bernadette, chapelle tempat tubuh Santa Bernadette dibaringkan dalam peti kaca. Seperti Santa Catherine Laboure.


Kamar hotel tidak terlalu besar. Namun bersih baik  tempat tidur maupun toiletnya. Harga semalam Eur 47 per kamar untuk 3 orang dewasa.. Berhubung kami juga memesan express breakfast yang berupa 1 Croisant ditambah secangkir jus dan minuman hangat, ada penambahan biaya sarapan Eur 1,5 perorang. Cukup untuk mengganjal perut sampai siang hari.  Sore itu kami pakai untuk keliling kota Nevers yang relatif kecil, tenang. Nyaman, dengan penduduk yang ramah terutama buat pejalan kaki. Dikota ini pejalan kaki benar-benar di manja. Setiap  hendak menyeberang di zebra cross, para pengemudi mobil selalu berhenti untuk memberi kesempatan kami menyeberang lebih dahulu meskipun lampu lalulintas untuk pejalan kaki belum hijau. Rasanya hidup dikota seperti ini bakal bebas dari stress dan terbebas dari kemacetan. Meskipun kota kecil, Nevers tetap merupakan kota dengan seni dan arsitektur bangunan yang sarat dengan nilai historikalnya.


Karena memasuki musim panas, maka biasanya hari mulai gelap setelah jam sembilan malam.  Kami langsung menuju chapelle Santa Bernadette yang terletak di Rue st Gildard No. 34. Hanya sekitar 5 menit dari lokasi hotel. Tinggal menyusuri Rue de Lourdes. Kapel baru ditutup pk 19.30. Jadi kami bisa masuk ke dalam. Saat itu hampir tidak ada pengunjung selain kami. Kamipun berlutut di depan peti kaca Santa Bernadette untuk berdoa. Mengucap syukur karena akhirnya kami bisa sampai dan mengunjungi tempat-tempat ziarah yang sudah kami rencanakan sebelumnya. Ditempat sakral seperti ini dilarang mengambil foto maupun merekam. Jadi kami mengikuti aturan. Keluar dari kapel, kami mengambil jalan kecil persis didepan kapel.



Rue St Helene,  jalan  ini agak menurun tajam namun sangat strategis karena merupakan jalan pintas menuju stasiun Buat peziarah yang ingin langsung ke kapel ini, begitu keluar stasiun kereta tinggal belok kiri, lurus sampai ketemu jalan kecil Rue St Helene yang menanjak terletak di sebelah kanan dan berada di muka gedung CiNEMAZARIN.  




Tujuan kami berikutnya adalah Cathedrale Saint Cyr et Sainte Julitte de Nevers. Saat kami berkunjung sedang dilakukan renovasi.








Di areal yang sama berdiri kokoh Palais Ducal dengan tamannya yang luas nan indah. Juga bangunan teater dan hotel de Ville.



Puas mengambil foto-foto, kami mencari makan berupa kebab Turki di Avenue General De Gaulle, dekat stasiun. komplit satu paket dengan kentang goreng dan air mineral botol. Harga Eur 7. Beda dengan kebab yang biasa dibungkus dengan Tortilla, kebab disini pakai  roti bulat burger  lumayan besar yang diisi dengan daging dan sayuran. Saking banyak isinya, rasanya cukup satu dimakan bertiga. Mungkin juga dibuat ekstra banyak karena teman saya minta untuk boleh mengambil foto saat mereka menyiapkan kebab dan kami bilang buat dipromosikan ke teman-teman di Indonesia kalau ke Nevers biar mampir ke tempat ini. Wah mereka senang sekali.
Selesai makan malam, kami langsung istirahat. Hari yang cukup melelahkan karena sejak berangkat dari Jakarta, mendarat di Paris pagi dan malamnya sudah ada di kota Nevers belum merebahkan diri di ranjang. Perjalanan masih panjang. Jadi harus menjaga kesehatan dan mengumpulkan tenaga. Kami mulai menghitung berapa kali hari ini dibantu oleh orang-orang yang kami temui di jalan.
Hari ke 3. Tgl 9 May 2014

  

                  Pagi hari pukul 05.00,kami semua sudah terbangun. Meskipun di luar hari masih gelap kami membuka jendela kamar yang berada di lantai 3, dengan pemandangan Parc Roger Salengro. Embun pagi nampak jelas seperti hujan nan halus. Hawa dingin pagi langsung menyergap, sambil melongok ke jalan dibawah, hanya satu, dua kendaraan yang melintas. Meski jalan begitu sepi para pengemudi mobil tetap taat lalulintas, berhenti saat lampu merah menyala padahal di depan tidak ada kendaraan lain yang melintas. Beda sekali dengan di Jakarta, pasti sudah diterobos. Sekitar pk 06.00 pagi, langit mulai terang dan mulai banyak pejalan kaki bergegas menuju tempat kerja, remaja putri dengan tas sekolahnya jalan bergegas. Demikian juga nampak mobil-pengantar roti mengirim pesanan café di sebelah hotel tempat kami menginap.

 sarapan kami...

 Kamipun tidak mau hanya berdiam diri di dalam kamar. Sambil berjalan santai keliling pusat kota dan sekitar taman lalu  menuju Espace Bernadette lagi. kapel memang sudah dibuka pk 07.00. Jadwal misa setiap hari diadakan pk. 11.30. Untuk hari Senin, Rabu, Jumat dan Sabtu diadakan misa pagi pk 08.00, sementara hari minggu dan hari libur pk 10.00.




 Hari ini kami sempat mengikuti misa pagi pk 08.00. yang dihadiri kurang lebih 14 umat. Selesai misa kembali kami berdoa di depan Santa Bernadette, karena pagi ini pukul 10.00 kami sudah harus meninggalkan kota Nevers, kembali ke Paris. Tidak lupa mohon perlindunganNya diperjalanan kami berikutnya. Di depan kapel terdapat gua Maria  dan patung Santa Bernadette Soubirous. Kamipun mulai mengambil foto-foto disekeliling kapel.




Toko souvenir yang terletak di depan pintu masuk Espace juga sudah dibuka,  sempat juga  melihat benda-benda rohani sambil memilih satu, dua barang untuk dibeli.


Pukul 09.30 kami mulai menuju Gare de Nevers. 


 Semua tiket kereta kami beli untuk kelas 2. Namun dijamin nyaman, bersih. Tidak kalah dengan kereta Argo kelas eksekutif.  Tiidak terdengar deru suara berisik dari luar. Benar-benar kedap suara. Kereta melintas melewati pedesaan, danau dengan kapal –kapal layar berwarna putih.
Pukul 12.37 kereta mulai memasuki Gare de Bercy.  Tidak mau pusing-pusing mencari halte no 24, jurusan Ecole Veterinaire  de maisons  Alfort yang bakal melintas di depan hotel Ibis Budget Porte de Bercy tempat kami menginap hari ini, kami sengaja memilih arah sebaliknya dihalte bus tepat di depan hotel Claret, yang menuju Gare de Lyon. Disini menjadi tempat transit berbagai jurusan dan jaraknya tidak sampai 5 menit. Tinggal menyeberangi jalan, kami menunggu bus no. 24. Untuk membawa kami ketempat penginapan Hotel Ibis Budget Porte de Bercy. Jalur bus di Paris bebas hambatan, jadi dalam waktu 15 menit saja  kami sudah sampai di hotel untuk check in.




 Kamar kami berada di lantai 3. Saat memasuki lift, kami bertemu dengan sepasang suami istri berkulit hitam. Mereka bingung kenapa waktu memencet nomor tombol lift, lift tidak juga mau bergerak naik. Teman saya mencoba memencet nomor 3. Juga tidak bergerak. Lalu dia mulai memeriksa kartu ditangannya. Dan memberitahu kalau ternyata kartu yang diberikan  reseptionis tadi tidak hanya berfungsi untuk kunci pintu kamar tapi juga harus dimasukkan ke panel tombol lift baru pencet nomor. Bingo!! Lift mulai bergerak naik. Kami tertawa semua. Pasangan itu pun say thank you pada teman saya.  Selesai menaruh tas, langsung turun menuju Carrefour disebelah untuk membeli air mineral, dan makan siang. Harganya tergolong murah daripada belanja di café pinggir jalan Paris.  Air mineral ukuran 1,5 lt hanya Eur 0.28, sedangkan untuk makan siang ala fast food persis didepan pintu masuk Carrefour tersedia chinese food dengan harga seporsi nasi goreng cantonesse Eur 2,50. Jangan berharap seenak nasi goreng di tanah air. Kalau perut sudah lapar, apapun jadi enak.
Hari ini cuaca kota Paris sangat bersahabat, matahari bersinar terang. Kamipun menggunakan kesempatan untuk kembali menunggu bus no. 24 yang menuju Gare Saint Lazare, berpindah di Gare de Lyon untuk naik bus no. 63 yang menuju Porte de la Muette karena rencananya kami ingin berhenti di Trocadero untuk melihat Eiffel Tower. Sepanjang jalan, dari atas bus kami bisa melihat Cathedrale Notre Dame yang terkenal,  Musee d’orsay, Invalides, Alma Marceau. Jauh lebih murah dibanding naik L’open tour bus  Buat yang terbiasa naik turun bus dan kereta api di jakarta, ber bus ria di Paris jauh lebih nyaman. Apalagi kalau diluar jam masuk atau bubar kantor.



Dari lokasi Trocadero yang letaknya lebih tinggi kami lihat kerumunan turis memadati sekitar  Eiffel Tower. Taman Champ de Mars yang sangat luas nampak seperti hamparan karpet hijau  Berhubung tidak ada dari kami bertiga yang mau menghabiskan waktu mengantri untuk naik ke Eiffel Tower. kami sudah cukup puas melihat dari Trocadero. Beberapa turis asing meminta tolong pada teman saya untuk mengabadikan mereka dengan latar belakang Menara Eiffel yang tersohor itu. Jepret ...jepret, berpose bersama bayinya yang sedang terlelap di dalam kereta bayi. Tidak jauh dari tempat ini dengan berjalan kaki kami  menuju   Avenue Kleber,  Arc de Triomphe  terlihat didepan mata.



Jaraknya memang tidak jauh. Monumen kemenangan, tempat nama para pahlawan Perancis diabadikan ini menjadi simbol kota Paris selain Eiffel Tower. Riwayat sejarahnya banyak diulas di internet. Dahulu setiap akan pergi bertempur atau kembali dari medan tempur, pasukan Prancis akan berparade ditempat ini.
Meskipun waktu sudah menunjukkan pukul 06.30 sore, matahari masih bersinar terang. Tapi kami tetap harus kembali ke hotel karena bus no. 24 adalah satu-satunya bus yang melewati Parc de Bercy dan jam operasinya sampai sekitar pukul 20.30, Dari pada lupa waktu dan ketinggalan bus, pulang lebih awal lebih baik. Apalagi kami memilih naik bus dengan cara transit dan disekitar tempat ini memang tidak ada yang langsung menuju Porte de Bercy. Jadi sekali lagi kami baca peta jalur bus dan halte tempat transit  supaya tidak kesasar. Tapi kalau sampai nyasar jangan panik, halte bus dan metro banyak tersebar di kota Paris. Begitu sampai di depan hotel kami memilih mampir lagi ke Carrefour, mencari sepaasang sepatu sport untuk mengganti sepatu saya yang sempat jebol alas kakinya akibat tidak kuat kena guyuran hujan deras di hari pertama tiba di Paris. Sepuluh menit sebelum Carrefour tutup saya mengantri di kasir khusus uaang tunai. Nemun tiba-tiba disuruh membayar di mesin self service, waduh bagaimana ini, nggak ngerti cara pakainya? sambil celingak celinguk memperhatikan pembeli lain yang sibuk menggunakan mesin otomatis itu. Saya dekati kasir wanita: “Desole mademoiselle, Je ne comprends pas how to use it,” kacau balau kan bahasanya?. Akhirnya wanita itu turun tangan sambil mengajari.  Voila!! Praktis dan efisien banget. Kalau ngerti???!!
Hari ini semua mulai berjalan lancar, tidak lagi kesasar. Di hotel ini kami mendapat sambungan WIfi gratis dan cepat. Karena kami tidak ada yang mau direpotkan untuk mengganti nomor ponsel di Paris dan juga tidak mau kena roaming,   begitu  dapat sambungan internet langsung  memberi kabar kesanak family di tanah air, supaya mereka tidak kawatir.



lanjut ke Part IV

sisca

Monday, June 16, 2014

Persiapan awal perjalanan Ziarah ke Paris-Nevers-Loudres (PART I)

 

Untuk sebagian orang berziarah ke Lourdes  sering menjadi niat  utama tanpa memikirkan untuk singgah ke tempat ataupun negara lainnya. Seperti itulah keinginan kami bertiga.  Namun setiap kali membaca iklan perjalanan ziarah dari biro-biro perjalanan membuat kami hanya bisa menghela napas kecewa melihat biaya yang begitu mahal Bisa dimengerti karena mereka umumnya singgah dibeberapa negara, mengunjungi Basilica Santo Petrus di Vatican, gua Maria di Fatima – Portugal, dan negara tetangga lainnya.  Sementara tujuan kami hanya 3 kota yang terletak di negara Perancis.  Kalau hanya seperti ini mana ada biro perjalanan yang mau. Sampai akhirnya terlintas dipikiran kami, kenapa juga nggak pergi saja sendiri?  Maka untuk mewujudkan niat itu, sejak tiga tahun yang lalu kami mulai mencari info-info melalui google search maupun google map, sekalian sedikit demi sedikit mulai menabung. Kemajuan tehnologi membuat segala informasi menjadi mudah untuk diperoleh. Mulai dari persiapan dokumen seperti pasport dan Visa schengen sampai masalah promosi tiket penerbangan, hotel, tiket kereta api, transportasi umum seperti bus maupun metro. Untuk lebih mudahnya kami akan coba uraikan dibawah ini persiapan yang telah kami lakukan.
I. Pembuatan Pasport.

Sekarang ini Kantor Imigrasi mulai menerapkan pembuatan pasport secara online melalui situs resmi yang dapat diakses melalui internet. Untuk mencarinya, gampang saja. Kalau belum tahu webnya tinggal masuk ke google.  ketik pembuatan pasport online, pasti akan keluar info dan web dari kantor imigrasi . Atau langsung :
disitu akan banyak informasi dan kelengkapan dokumen yang diperlukan.
Saat kami mengajukan pembuatan pasport tanpa jasa travel biro demi penghematan, kami cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 255.000,-  Sementara beberapa travel biro yang sempat kami tanya mematok harga dengan kisaran Rp 450.000 sampai 600.000,-.
Butuh waktu sekitar 2,5 jam mulai dari antri pemasukan dokumen di loket one day service sampai pemotretan dan pengambilan sidik jari. Tidak ada biaya tambahan apa-apa lagi. Antrian dilakukan berdasarkan nomor urut yang keluar dari mesin otomatis (Kiosk) yang terletak di depan ruang tunggu. Jadi jangan lupa mengambil nomor antri. Dan untuk mengetahui kapan giliran kita dipanggil, dapat dilihat dari layar monitor yang terpasang diruang tunggu.
Namun beberapa bulan lalu kami mendengar dari teman yang hendak membuat pasport bahwa ada pembatasan jumlah pemohon, hanya  50 orang saja yang dilayani untuk yang datang tanpa mendaftar secara online lebih dahulu. Siapa cepat dia dapat giliran. Karena itu banyak pemohon pagi-pagi buta sudah antri.
Setelah selesai pengambilan foto dan sidik jari, kita diberi tanda terima yang akan digunakan untuk pengambilan pasport keesokan harinya. Loket pengambilan pasport dilayani setelah jam istirahat siang (sekitar pukul 14.00).
II. Pengajuan Visa Schengen.

Visa schengen dapat diajukan dikedutaan mana saja yang tergabung di negara-negara schengen. Banyak informasi bahwa pengajuan di kedutaan Belanda lebih mudah. Dan biaya yang dikeluarkan Eur 60. Dibayar dalam mata uang rupiah sesuai kurs yang berlaku hari itu. Tapi pada prinsipnya dikedutaan mana visa mau diajukan tergantung di negara mana  pesawat kita mendarat pertama kalinya (note : tidak hanya untuk transit)  atau dinegara mana kita akan tinggal lebih lama selama di Eropa.
Karena kami bertiga hanya mengunjungi 3 kota di Prancis ( Paris, Nevers, Lourdes) maka kedutaan yang kami harus pilih tentunya kedutaan Perancis.  Pengajuan visa schengen di kedutaan Perancis harus melalui agen yang ditunjuk resmi oleh pihak kedutaan yaitu : TLS contact.
Pemohon dapat langsung mengunjungi website mereka.
Disitu semua informasi lengkap dari tatacara pengajuan visa sampai dokumen yang diperlukan lengkap dan petunjuk-petunjuknya sangat jelas. Namun sebelum mengajukan visa sebaiknya terlebih dahulu menyiapkan dokumen yang diperlukan sbb :
a. Itinerary perjalanan 
Susunan jadwal perjalanan sangat penting. Tiket pesawat, tiket kereta api dan pemesanan hotel harus berdasarkan susunan jadwal perjalanan. Kesalahan tanggal atau tidak cocoknya tanggal tiket atau bookingan hotel bisa membuat visa ditolak.
Berikut contoh itinerary yang kami buat saat mengajukan visa:
-  tgl 7 May – Via Qatar Airways – berangkat dari Cengkareng airport pk. 16.55 – sore
-  tgl 8 May                                         Tiba di Paris (CDG airport) pk 07.25 pagi
                                                             Sore hari jam 16.00 dari Gare de bercy naik kereta api
                                                             menuju kota Nevers (Gare de Nevers)
                                                             Tiba di Nevers 17.55. Menginap semalam di hotel Du Verdun.
- tgl 9 May                                       -  Pukul 10.05 pagi berangkat dari Gare de Nevers kembali                                                               ke  kota Paris.
                                                            Tiba di Gare de Bercy pk 12.37. Menginap semalam di Hotel                                                               Ibis Budget Paris de Bercy
- tgl 10 May                                      - Dengan kereta malam (Intercities de nuit) berangkat dari Gare                                                             d’Austerlitz (Paris) pk 21.50 menuju kota Lourdes
- tgl 11 May                                      - Tiba di kota Lourdes (Pagi) pk 06.05.
                                                            Menginap di hotel Du Musee
- tgl 12 May                                       - Masih di Lourdes . Menginap di hotel Du Musee
- tgl 13 May                                       - Pk 22.30 - Dengan kereta api malam dari Avenue de la Gare                                                                  Lourdes kembali ke Paris
- tgl 14 May                                      - Tiba di Paris Gare d’Austerlitz pk 07.18 – pagi. Menginap                                                                 semalam di Paris ( hotel L’europe).
-tgl 15 May                                       - Via Qatar Airways – Dari CDG airport Paris  pk 22.30 kembali
                                                             ke Jakarta
- tgl 16 May                                      - Tiba di Jakarta pk. 22.05. malam.

Itinerary dibuat dalam bahasa Inggris kalau tidak paham bahasa Prancis. Nah untuk melengkapi itinerary  diatas, persiapkan semua bookingan. Untuk keperluan ini, kartu kredit, alamat email , akses internet sangat dibutuhkan.
b. Mendapatkan itinerary tiket pesawat.
Setelah itinerary perjalanan dibuat, langkah selanjutnya menghubungi Travel biro untuk mendapat itinerary tiket pesawat. Untuk mendapat bookingan ini travel biro tidak mengenakan biaya apapun. Namun ada juga yang meminta fee. Jadi akhirnya pilihan jatuh ke PT OBAJA Tour yang dengan sangat baik hati membantu kami untuk memberi itinerary tiket pesawat.
Note: jelaskan ke pihak ticketing Travel Biro bahwa bookingan tiket pesawat ini baru untuk pengajuan visa. Jadi jangan sekali-kali minta di issued. Di issued berarti tiket harus dibayar dan tidak bisa dibatalkan.
Jelaskan tgl keberangkatan, nama penumpang, kota tujuan. Jam keberangkatan. Untuk menentukan jadwal pesawat yang diinginkan sering-sering membuka website penerbangan. Sebagai informasi, setelah mengecek selama berbulan-bulan, bila tujuan negara Perancis (Paris) maka Qatar airways menawarkan harga promo murah dibanding airline lain. Namun bila negara yang dituju Amsterdam, pilihan yang murah bisa Emirate atau Etihad .
Setelah Itinerary dari travel biro diterima via email, print dikertas A4.
c. Booking akomodasi hotel.
Sangat dianjurkan untuk melakukan bookingan hotel lewat situs Booking.com
Booking.com memberi penawaran dengan harga terbaik. Tidak ada biaya tersembunyi. Harga yang tertera adalah harga yang akan kita bayar saat menginap dihotel tersebut.
Pilih harga dengan kondisi FREE CANCELLATION, supaya sewaktu-waktu bisa dibatalkan tanpa dikenakan biaya. Biasanya biaya baru dikenakan apabila dibatalkan 2 atau 3 hari sebelum kedatangan. Tapi masing-masing hotel berbeda kondisinya. Contoh Hotel Ibis Budget di kota paris memberi batas waktu pembatalan sampai tanggal kedatangan. Jadi perhatikan dengan seksama Tanggal dan Jam pembatalan supaya tidak kena biaya apabila ada rencana untuk mengganti hotel.
Memilih hotel murah dan bersih serta lokasi strategis sangat penting. Untuk memilih hotel murah perlu kita perhatikan ulasan-ulasan dari orang-orang yang pernah menginap. Ini bisa dibaca dari Trip Advisor yang sering memberi ulasan hotel – hotel diseluruh dunia. Lokasi perlu diperhatikan supaya tidak terlalu jauh dan berada di daerah aman.  Dikota Paris kami memilih Hotel Ibis Budget Porte de Bercy karena selain murah ( Eur 63 – per kamar 3 orang ) juga  tidak terlalu jauh dari pusat kota Paris dan persis di depan hotel terdapat halte Bus No. 24. yang mempermudah akses menuju tempat-tempat wisata di Paris.
Note : Booking hotel perlu dengan jaminan kartu kredit, tanpa jaminan kartu kredit kedutaan tidak mau. menerima permohonan visa kita. Sebaiknya pemilik kartu kredit juga ikut serta dalam perjalanan. Bila kartu kredit bukan milik sendiri jelaskan bahwa sudah mendapat ijin dari pemilik. Dan saat memilih cara pembayaran hotel. Pilih Cash, untuk menghindari kerugian kurs, Pengalaman kami, kalau saat check in langsung membayar cash biaya hotel selama menginap maka kartu kredit tidak dipertanyakan atau di cek.
Bila sudah mendapat reservasi hotel dari booking.com. Print di atas kertas A4
c. Asuransi perjalanan.
Ini juga syarat mutlak. Tanpa polis asuransi perjalanan permohonan visa bakal langsung ditolak. Untuk itu kita perlu membeli polis perjalanan lewat agen yang resmi di akui oleh kedutaan seperti AXA, ACA dan beberapa agen lainnya yang tercantum di website tlscontact.
Beli sesuai lama perjalanan. Mulai dari tanggal keberangkatan sampai tanggal kembali. Minimal pertanggungan untuk negara schengen sebesar Eur 30,000.00.
Saat kami membeli lewat ACA Insurance untuk perjalanan 10 hari dengan pertanggungan USD 50,000 , biaya polis yang dikenakan sekitar USD 28.
d. Referensi Bank.
Tidak ada syarat minimal menyangkut saldo di rekening bank, tapi harus masuk akal. Paling tidak untuk 10 hari perjalanan, saldo 25 juta – 30 juta sudah cukup (memadai untuk biaya tiket pp, hotel, makan selama perjalanan). Jadi atur rekening bank 4 bulan sebelum pengajuan  visa supaya saldo tidak tiba-tiba melonjak dihari-hari mendekati permohonan visa. Referensi yang diminta rekening tabungan untuk 3 bulan terakhir. Minta pada bank referensi dan mutasi 3 bulan terakhir dengan cap bank. Bank sudah biasa melayani permintaan ini. Untuk satu rekening dikenakan biaya referensi sebesar Rp 50.000,-
e. Surat keterangan kerja.
Buat yang masih bekerja, surat keterangan ini bisa menjadi nilai plus karena ada jaminan bakal kembali ke Indonesia dan tidak akan mencari pekerjaan dinegara tujuan. Buat yang tidak bekerja tidak perlu.
Contoh surat keterangan kerja bisa di lihat dari contoh-contoh yang bisa dicari lewat google.
f. Pasport dengan masa berlaku 6 bulan terhitung tanggal keberangkatan. Mau aman 8 bulan lebih baik.
g. Kartu Keluarga .
h. Pasfoto Masing-masing kedutaan mempunyai ukuran dan latar belakang warna berbeda. Cek syarat dan ketentuan pasfoto sesuai kedutaan yang dipilih.
Melalui tlscontact.com kita mulai mengisi aplikasi permohonan visa schengen. Setelah Aplikasi diterima, print di kertas A4. Jadwal kapan kita mau datang untuk wawancara bisa pemohon sendiri yang menentukan. Dan print di kertas A4 janji temu dengan pihak tlscontact
Apabila belum pernah melakukan biometrik data, maka pemohon visa harus hadir saat wawancara dan tidak bisa diwakili. Biometrik data berupa pengambilan foto yang akan dicantumkan pada visa bila disetujui dan pengambilan sidik jari. Biometrik data bisa disimpan selama 5 tahun. Sewaktu-waktu hendak mengajukan visa Schengen tidak perlu lagi dilakukan biometrik.
Jangan kawatir soal wawancara. Mereka hanya menanyakan tujuan ke sana untuk apa?   berapa lama dan selebihnya hanya mengecek kelengkapan dokumen.
Pemohon harus mendaftar di akun tlscontact supaya dapat melakukan pengisian data sampai mengecek proses aplikasi sampai visa disetujui atau ditolak. Sebaiknya 3 bulan sebelum keberangkatan sudah mulai mengajukan supaya kita juga bisa mencari tiket tiket promo.
Pengalaman kami,  permohonan visa schengen diproses dan disetujui dalam waktu 3 hari kerja, karena mereka tahu kalau kami tujuannya untuk berziarah ke Lourdes.
Bila proses penyediaan dokumen selesai dan visa schengen disetujui, maka waktunya berburu tiket pesawat dan tiket kereta api.

III. Pembelian tiket pesawat dan kereta api.
Qatar airwys menawarkan tiket promo di bulan Februari. Demi mendapat harga murah, meski kami baru berangkat tgl 7 May’14, tapi tiket pesawat sudah kami beli di akhir Feb’14. Alhasil tiket pp. Jakarta – Paris –Jakarta dibeli dengan harga USD 871 per orang. Harga termurah selama hunting berbulan – bulan. Dan dibeli lewat travel biro PT OBAJA Tour.
Note : Hati-hati buat yang terbang  tengah malam. Perhatikan tanggal dan jam penerbangan. Lewat pk 24.00 berarti sudah ganti tanggal.
Begitu juga tiket kereta api eurail. Di Jakarta eural punya 2 cabang yaitu di Kemang dan di Istana Harmoni. Kalau kita ketik di google eural Jakarta, akan keluar website mereka.
Dan kita bisa mengecek harga dan jadwal kereta yang kita inginkan. Untuk menghemat biaya hotel maka kami memilih kereta api malam saat ke lourdes. Kalau pembaca mau berspekulasi mendapat tiket murah. Beli 90 hari sebelum berangkat maka bisa mendapat return tiket Paris (Gare d’Austerlitz)  lourdes- Paris  dengan harga hanya Eur 20 sampai 36 sekali jalan, reclining seat, kelas dua.  Sementara kalau sudah semakin dekat tanggal keberangkatan harga bisa mencapai Eur 90. Sekali jalan.
Begitu juga return tiket Paris  (Gare de Bercy) – Nevers - Paris, bisa dengan harga Eur 13  - 20 sekali jalan.
Eurail Jakarta mengambil fee sebesar Eur 5 untuk setiap tiket yang di issued.  Untuk tiket promo murah.  tidak bisa di refund bila tidak dipakai atau terlambat tidak bisa diganti. Ingat untuk mendapatkan tiket promo waktu yang diberikan hanya sekitar 20 menit untuk segera melakukan pembayaran. Bila melalui internet dirumah maka sebaiknya gunakan internet banking atau klik BCA. Atau datang langsung ke kantor eural dengan membawa uang cash.
Setelah semua tiket selesai dibeli, dan hotel yang sudah dibooking tidak ada rencana untuk diganti maka tinggal menunggu tanggal keberangkatan.  Namanya juga mau ziarah bukan sekedar jalan-jalan. Maka banyak doa perlu untuk persiapan batin, mohon supaya perjalanan ziarah diberi kelancaran, perlindungan dan bimbingan.  Seminngu sebelum keberangkatan saya mulai mencari info jadwal acara di Basilique Du Sacre Coeur De Montmartre lewat website mereka (www.sacre-coeur-montmartre.fr) dan tertarik untuk mengetahui  lebih lanjut info seputar La Nuit D’Adoration. Wah benar-benar beruntung. Ternyata basilica terbuka untuk umum buat siapa saja yang tertarik ikut ambil bagian  Adorasi Sakramen Maha Kudus tengah malam. Diadakan setelah basilika tertutup untuk umum. Jadi harus menginap di guest house yang terhubung dengan basilika. Buru-buru kami mendaftar lewat email mereka dan begitu mendapat jawaban keesokan harinya, langsung kami batalkan hotel L’Europe tempat kami menginap dihari terakhir di kota Paris.  Inilah pentingnya mengambil kondisi Free Cancellation, tidak ada biaya buat membatalkan bookingan hotel.
Postingan perjalanan Ziarah Paris-Nevers-Loudres ini dibagi beberapa posting ya...postingan berikut akan dilanjut lagi nanti...
sisca